Suka Duka Komuter : Keberanian Melangkah

Standard

oleh : Asep Dudy Damhudy

Teman-teman seperjuangan…
Saya ingin berbagi tulisan, sebelumnya mari kita renungkan bersama-sama. Satu persatu perjuangan hidup kita selama merantau agar bisa berkumpul dgn keluarga,

1. Menyisihkan uang gaji 30%
2. Membeli tiket pesawat/KA
3. Menyewa Mobil
4. Membonceng bertiga (chenglu)
5. Biaya Komunikasi (Telpon/BBM).
6. Memikirkan Keselamatan Jiwa Raga
7. Melintasi hujan, macet, dll

Pengorbanan biaya, waktu, tenaga, jiwa raga diatas dirasakan berat namun semuanya ini menjadi ringan ketika kita teringat senyum anak2 dan istri tercinta dirumah dan semata-mata karena ibadah. Kita baru merasakan betapa pentingnya waktu dan kualitas hubungan dengan keluarga setelah dipisahkan oleh jarak, waktu dan pekerjaan. Memang antara Karir dan Keluarga tdk pernah bersatu sampai kapanpun. titik. Inilah kenyataannya yg harus dihadapi sobat. lambat laun, umur dan tenaga kita terus berkurang, dan melemah.

Suatu saat saya harus berani mengambil sikap tegas.

1. Apakah saya akan menunggu pensiun gajian sampai 55 thn ? atau bosan jadi pegawai di usia 40 thn, mulai berkarya sendiri ? Memulai karier sbg wirausaha. Ini hanya masalah waktu saja lambat laun gaji, jabatan dan fasiitas kita juga akan hilang, tenaga, waktu kecepatan gerak saya sudah banyak berkurang. Apakah saya baru memulai usaha di usia 55-65 thn seperti kol sanders pendiri KFC. Itupun ngga ada salahnya, tapi kita tidak sempat menikmati keberhasilan kerja keras kita.

2. Apakah pengalaman saya kerja 15 thn belum cukup menjadi bekal mandiri / wirausaha ?

3. sampai kapan saya pisah keluarga ?

4. atau saya takut tidak dapat pesangon sebagai jaminan pensiun ?

5. Atau saya takut tidak bisa biayai sekolah u/ anak2 / biaya medical, dll ?

Inilah masalah2 yg muncul di benak saya waktu itu. Semakin banyak dipikirkan maka ketakutan yg muncul semakin besar. Padahal belum terjadi, tapi selalu muncul memenuhi otak saya, tanpa disadari akhirnya membentuk mental block yg membuat kita khawatir dan takut untuk melangkah maju (move forward)

Tahukah ? tantangan yg ada sebenarnya apa ? adalah diri kita sendiri ? Kita tidak memiliki KEBERANIAN !!! seperti temen saya bilang " loe jago berenang tapi kenapa takut tenggelam ??? "

Inilah yg sering diucapkan rekan saya kalo bertemu. Dia sdh lulus jadi karyawan 5 tahun lalu padahal background ex-Office Boy. Kita sama2 manusia yg makan nasi dan minum tapi perbedaannya dia memiliki Keberanian, ketekunan dan keteguhan, keyakinan, dia memutuskan keluar pekerjaan ketika karir di puncak untuk menjadi pengusaha electricity dan sekarang alhamdulillah berhasil menjadi pengusaha yang taft (he’s my inspiring).

Sejarah juga membuktikan sebagian besar orang-orang sukses dan berhasil di dunia ini memiliki jiwa :
1. Survival (bertahan hidup)
2. Brave (Berani)
3. Diligent (ketekunan)
4. Persistance (keteguhan)
5. Faith (keyakinan)
6. Jiwa berdagang (berniaga)

Yang membuat org bisa bertahan hidup bukanlah ijazah tapi kemampuan (skill). beradaptasi ketika susah dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan (bill gate). Kita jangan khawatir anak2 tidak bisa meneruskan sekolah dan berijazah S1, tapi kita harusnya lebih khawatir jika anak2 tidak memiliki kemampuan (skill) bertahan hidup. Sudah cukup kita dipaksa org tua dulu bersekolah tinggi hanya karna anaknya ingin sarjana (prestige/gengsi) tapi setelah lulus masih menjadi beban orang tua dan tidak belum mandiri total. Kejadian ini jangan sampai menimpa pada generasi kita. Cukup kita saja !!!

Sobat untuk mandiri tidaklah sulit tapi yang sulit adalah membebaskan diri dari kekhawatiran kita dari rasa ketakutan (mental block). Saya sendiri butuh waktu 8 thn untuk mengeliminasinya dan memutuskannya. Padahal usaha sudah berjalan lama tahun 2004 dan menghasilkan, tanpa disadari saya masuk kembali ke comfort zone, karna posisi terlalu nyaman.

Perasaan tidak nyaman semakin besar mendesak dada, akhirnya saya coba membuat keputusan penting lagi, dengan resign (tanpa pesangon) setelah 16 tahun bekerja, sepertinya Allah memberikan jalan kemudahan saya harus hijrah Jakarta untuk membangun usaha dan bertemu dengan teman2 komuter wira-wiri JKT-SBY selama 8 bulan.

Saya merencanakan pendapatan.
1. jangka pendek (harian/mingguan/bulanan).
2. jangka menengah (3-6 bulanan)
3. Jangka panjang (tahunan)

Setelah itu, saya memastikan 5 jenis pekerjaannya yang akan ditekuni kulineri, agribisnis, Telco, R&D dan Properti. Tahap awal saya focuskan ke Kulineri, membuat perusaah Telco, Agribisnis, dan memutuskan Homebase Kantor di MCG. Saya melakukan usaha bersama Istri (coupletrepeneur), agar istri bisa merasakan susah senangnya dunia wirausaha, karna istri tidak akan mungkin menjerumuskan kita dalam kesulitan. Malah menjadi Booster (tenaga pendorong). Inilah yang menguatkan tekat kami. Susah senang bersama-sama. Istri saya kursuskan kulliner Siomay, Mie Ayam, Bakso, Pempek, Makanan Jepang dan Qatering, Alhamdulillah usaha berjalan.

Saya belajar wirausaha dari beberapa mentor, mengkonsultasikannya jika ada kesulitan, sambil learning by doing. Memperbanyak Praktek tidak banyak teori dan mikir lagi. Kami sudah memutuskan kapan totaly menjadi wirausaha ? Karna ini adalah keputusan terpenting dalam hidup kami. Menyiapkan tabungan minimal 12 bulan kedepan, agar tidak menggangu konsentrasi kami bekerja.

Memperbanyak amalan yang disukai Allah bersama keluarga :
1. Shalat wajib di mesjid
2. Sholat Dhuha,
3. Sholat Tahajud,
4. Puasa Senin Kamis.
5. Sedekah

Alhamdulillah, Kemudahan-kemudahan sudah banyak kami rasakan.
Jika kita meyakini Allah akan menolong di saat kesulitan, maka bantuan akan datang. Allah merasa malu jika tidak menolong hamba-hambaNya yang sholeh/sholehah. Inilah kunci pegangan kami.

Smoga sharing ini bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s